August 11, 2019

[68] Geekerella: Novel Retelling dengan Cerita Fandom

Judul
Geekerella

Penulis
Ashley Poston


Penerjemah: Lisa Mahardika
Penyunting: RoseMia
Penyelaras Aksara: Selsa Chintya
Desain sampul: Aulia Rahmani
Penata sampul: @teguhra
Penerbit Spring, 392 halaman
ISBN 13 9786026682161





Elle Wittimer adalah penggemar Starfield, sebuah serial fiksi sains klasik yang selalu dia tonton bersama ayahnya yang telah meninggal. Jadi, saat dia tahu ada kontes kostum Starfield di ExcelciCon dengan hadiah yang menggiurkan, Elle bertekad untuk menang. Itu kalau kedua saudari tirinya tidak bertingkah macam-macam.

Darien Freeman tumbuh menjadi seorang aktor yang disukai banyak cewek. Perannya sebagai Carmindor membawa banyak tentangan dari para penggemar, termasuk seorang bloger yang menamai blognya RebelGunner. Karena itu, saat Darien harus pergi ke ExcelciCon, dia menolaknya, sampai dia membuat panggilan salah sambung dengan seorang gadis...

Geekerella adalah dongeng yang membuatmu percaya pada kekuatan fandom. 


* * *


Elle Wittimer (Elle) adalah sosok Upik Abu yang terkekang. Satu-satunya yang dia inginkan cuma pergi keluar dari rumah bak neraka, yang mana di tempat itu dia terpenjara bersama ibu tiri dan dua saudari kembarnya. Harapannya pun terbit saat mengetahui bahwa ada kontes cosplay bertemakan Starfield (serial fiksi sains klasik)--yang dulu dia tonton bareng almarhum ayahnya--di ExecelciCon. Bukan hanya tahu, Elle sangat hafal Starfield bahkan menjadi bloger aktif dalam fandom Starfield. Dialah penggemar sejati. Jadi, dia sangat berharap memenangkan kontes itu agar bisa mendapatkan hadiahnya lalu hidup mandiri, bebas dari kekangan keluarga tirinya yang menyebalkan.

Darien Freeman (Darien) merupakan aktor yang lagi naik daun. Terpilihnya dia jadi Carmindor, pemeran utama serial Starfield yang bakal ditayangkan ulang dengan pemeran baru, menuai pro dan kontra. Mungkin fans-nya banyak, apalagi dia sempat membintangi serial Seaside Cove yang cheesy itu dengan "pamer badan". Dia juga menolak jadi juri untuk acara di ExelciCon. Pokoknya kehadiran dia jadi kontradiksi.

Lantas, gimana bisa mereka berdua kenal padahal dunia mereka benar-benar berbeda? Sebenernya nggak beda-beda jauh. Toh mereka sama-sama terhubung dalam Starfield. Tapi cara mereka terkoneksi tentu aja dengan kritikan pedas Elle terhadap Darien untuk karakter Carmindor.


Cerita ini menitikberatkan pada dua tokoh itu. Penulis memakai sudut pandang orang pertama dengan tokoh sentral Elle dan Darien secara bergantian. Masing-masing sudut pandang menceritakan kehidupan masing-masing. Elle dan hidupnya yang nahas banget, punya ibu tiri yang memperlakukan dia seolah dia merupakan asisten rumah tangga, juga saudari kembar yang nyebelinnya nggak ketolongan. Sementara itu, ada Darien dengan intrik kehidupan selebritas.


Baca juga:



Lantas, apakah menyenangkan saat gue baca kisah ini dari awal?

Jawabannya jelas: NGGAK.

Gue bosen banget bacanya. Penuh perjuangan untuk menuntaskan. Bahkan ceritanya datar-datar aja, dan hal itu berlangsung selama 2/3 cerita. Yang mana nggak ada geregetnya. Kenapa gue bisa bilang nggak ada gereget selama 2/3 cerita? Tentu karena dalam novel ini terdiri atas tiga bagian. Yang mana bagian satu garing banget, bagian dua serunya cuma pas akhir, dan bagian terakhir yang lumayan enak diikuti.

Selain itu, sebenarnya gue nggak bisa ngebayangin fisik si Elle kayak gimana. Susah dijabarin ya. Pertama karena dia nggak dianggap di keluarganya, yang mana mestinya wajahnya standar. Tapi dia dapet perhatian dari Darien. Bukannya gimana, Darien aja kepincut dan nge-fans sama Jess yang jadi lawan main, yang mana cantik banget. Tapi pas dia suka karena kepribadian sama Elle tuh rasanya gimana ya, bikin karakternya jadi nggak konsisten. Dan memengaruhi imajinasi gue akan sosok Elle. Tapi mungkin dia sekadar nge-fans sama Jess dan tahu kalo Jess itu nggak kayak cewek pada umumnya. Yang kelihatan dari sekuel novel ini.

Omong-omong, pas baca ini gue ngerasa kayak abis baca novel Wattpad yang cuma sekadar di-publish tanpa dikurasi dengan baik. Banyak adegan mubazir yang rasanya bisa dipangkas dan dibikin ramping!

Novel ini gue rekomendasiin buat yang suka kisah-kisah dongeng, juga retelling-nya. Apalagi yang bosan sama retelling dongeng dengan genre fantasi. Cukup segar deh novel ini. Tapi nggak terlalu "masuk" sama selera gue aja.

Lihatlah bintang-bintang. Bidik. Ledakkan.


Baca juga:

No comments

Post a Comment

© Omnivore Reader
Maira Gall