July 28, 2019

[66] Schyte: Pemungut Nyawa dalam Dunia Utopis



BAGAIMANA KALAU YANG BISA KITA KENDALIKAN HANYA TINGGAL KEMATIAN?

Tak ada lagi kelaparan, penyakit, perang, penderitaan di dunia ini: manusia berhasil mengendalikan semua itu, bahkan menaklukkan kematian. Sekarang hanya Scythe yang bisa menghabisi nyawa seseorang––dan itu memang tugas mereka, untuk mengontrol jumlah manusia.

Citra dan Rowan terpilih menjadi murid Scythe—meski mereka tidak menginginkannya. Kedua remaja ini harus menguasai “seni” mencabut nyawa. Kegagalan melaksanakan tugas bisa mengakibatkan hilangnya nyawa mereka sendiri.


Lalu mereka diberitahu bahwa salah satu dari mereka harus mencabut nyawa yang lain...


Scythe, Neal Shusterman
ISBN13 9786020622293
Gramedia Pustaka Utama, 464 halaman


* * *


Scythe menceritakan keadaan utopis. Tiap sendi kehidupan berjalan secara sistemik. Para manusia telah menaklukkan apa yang nggak pernah mereka pikirkan sebelumnya: kesehatan, kebangkitan setelah mati, dan kematian itu sendiri. Nggak ada lagi perang, nggak ada lagi wabah penyakit, nggak ada lagi perang!

Premis novel ini sinting banget, terus eksekusinya juga nggak kalah gila. Bayangin aja, lo hidup di dunia yang semuanya serba-sistemik. Semua udah ada penangkalnya. Lo sakit? Ada nanite di dalam badan lo yang bisa nyembuhin lo secara langsung. Lo meninggal? Cukup panggil Ambudrone, dan lo bakal dihidupkan kembali. Bukan cuma itu, tapi sampai ke bakteri yang ganggu aja udah nggak ngefek karena ada nanite itu. Bye-bye, rumah sakit! Eh, tapi kayaknya peran rumah sakit digantikan dengan Ambudrone yang bertugas "menghidupkan kembali" para manusia yang sudah mati. 

Lantas, ketika semua bisa kayak begitu, pasti bakalan ada ledakan penduduk dong karena manusia pasti bakal reproduksi. Nggak mungkin nggak punya keturunan, kan?

Di sinilah tugas para Scythe. Bisa dibilang mereka merupakan manusia yang perannya seperti malaikat pencabut nyawa. Demi menciptakan kehidupan yang utopis sehingga nggak perlu adanya ledakan penduduk, dibuatlah Scythedom. Para Scythe bertugas mengambil nyawa manusia, menjaga populasi. Mengambil nyawa di sini ditujukan benar-benar menghabisi nyawa orang tersebut tanpa "dihidupkan" kembali. Benar-benar tewas. Maka dari itu, sosok Scythe sangat ditakuti. 


Book trailer SCYTHE di YouTube


July 19, 2019

[65] Bad Boy by aliaZalea





Namaku Ziva, tapi baginya, aku adalah Princess. Aku mencintainya sejak umurku delapan belas tahun. Dia cinta pertamaku dan aku cinta pertamanya. Kami soulmate bahkan sebelum kami mengerti arti kata itu. Seharusnya cerita kami berakhir dengan happy ending, namun itu hanya impian belaka. 

Namaku Adam, tapi dia selalu memanggilku dengan nama lain dan aku tidak keberatan, karena dia adalah cinta matiku. Aku tidak bisa hidup tanpanya, tapi sepertinya itulah yang harus kulakukan, karena setelah apa yang aku perbuat, dia bukanlah milikku lagi.


Bad Boy, aliaZalea
ISBN13 9786020628578
336 halaman, Gramedia Pustaka Utama

* * *


Dibandingkan jarak terbit antara buku pertama (Boy Toy) dan buku kedua (The Wanker) yang cukup lama, buku ketiga ini justru jaraknya hanya setahun. Sempat dapat bocoran dari editornya, bahkan naskah ketiga ini drafnya sudah dikirim ketika buku kedua terbit.

Meskipun kecewa dengan Boy Toy, gue cukup menikmati buku The Wanker, yang mana gue ngerasain feel serunya aliaZalea! Jadi, untuk seri ketiga Pentagon yang kali ini menceritakan si misterius Adam pun gue mesti baca.

Yap, kali ini Adam yang bakal jadi karakter utama Bad Boy. Novel ini sendiri menceritakan tentang kisah cinta Adam dan Ziva (pacarnya sejak SMA). Adam si suara falseto yang punya aura paling misterius di antara personel Pentagon pun hatinya bisa krak-krak juga kalo ngomongin cinta, wuanjay~

Adam melakukan skandal yang nggak pernah dia duga sebelumnya. Tiba-tiba dia mendapati dirinya tidur bareng cewek yang totally naked. Dan dia nggak tahu siapa cewek itu. Sementara itu, dia kan udah bertunangan dengan Princess aka Ziva, cewek yang dia cinta sampe mati. Terus, setelah skandal itu gimana dong?
© Omnivore Reader
Maira Gall