19 Januari 2019

[54] Setelah Say Hello, Kepingin Langsung Goodbye!




When you say hello,
Are you ready to say goodbye?

Hello Goodbye, Ditta Amelia Saraswati
Penerbit Noura, 168 halaman
ISBN 9786023855841

* * *

Gue tertarik dengan buku ini karena "sempat" mem-follow akun penulisnya, Ditta Amelia Saraswati, di Twitter. Ketika tahu dia menulis buku, pengin juga baca karena penasaran dengan konten yang dia buat. Sayangnya, nggak pernah dapet kesempatan untuk beli padahal sering ke toko buku. (Alasan, padahal mah karena nggak ada budget buat beli buku ini, haha.)

Sampai akhirnya tadi malem gue dapetin bukunya.

Kenapa gue penasaran? Pertama karena hard cover, desainnya juga ngingetin gue sama buku manis manja yang sekarang lagi ngejamur banget. Salahkan Naela Ali! *lho*

Awalnya gue berharap suasana melankoli menguar gitu dari bukunya. Apalagi dengan baca resensi sebelumnya yang bilang begitu.

Tapi pas baca cerita pertama... drop. Kirain beneran cerpen seru gitu, tapi kayak semacam flash fiction (dan gue ngerasa kentang pas baca). Tapi, ya tetep dong mesti dikasih kesempatan. Nggak bisa judge satu buku dari salah satu bab doang ya kan...

Tapi makin gue baca cerita slash FF-nya, makin ngerasa datar. Okelah, gagasan ceritanya banyak ditemui di mana pun, tapi eksekusinya menurut gue nggak pas. Datar banget. Padahal dengan premis berbagai cerita di sini, bisa aja lho para pembaca jadi baper berjamaah. Tapi sayangnya nggak. Terlalu mentah gitu. Setelah say hello sama buku ini, rasanya gue pengin buru-buru goodbye gitu. Asli. 

Untunglah dibantu kertas dari buku ini yang enak banget disentuh (lha kok main sentuh). Juga beberapa gambar yang pas. Tapi... nggak semua ilustrasinya pas sih menurut gue, hehe.

Gue juga ngerasa bingung dengan konsep di akhir-akhir. Kenapa jadi berpueseeeeeh.

Tapi, di luar itu semua, salut banget sama penulis karena "berani" menulis. Nggak semua orang punya mental itu, ya nggak? :D

Buku ini nggak sampai gue "benci" sampai-sampai gue kasih satu bintang (yang sesuai definisi di Goodreads). Tapi nggak oke juga sampai-sampai bisa gue kasih dua bintang (alias it's okay). 

Dan after taste baca buku ini... yha. Mungkin kalian bisa coba baca. Gue nggak bilang jelek dan poin-poin di atas itu menurut gue aja. Kali aja buku ini memang selera kalian. Atau bisa dibaca saat kalian lagi galau, lagi hujan biar nuansa melankolis terasa.

Semangat terus, Mbak Ditta. Moga buku selanjutnya lebih oke! :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar