16 Desember 2018

[51] Boy Toy by aliaZalea



Ada tiga kata yang Lea yakin tidak akan pernah diasosiasikan dengan dirinya: BOYBAND, BRONDONG, dan ABG. Sampai dia bertemu Taran, personel boyband paling ngetop se-Indonesia, yang superbrondong.

Untuk pertama kalinya Lea memahami ungkapan “never say never”, terutama ketika Taran jelas-jelas mulai mengejarnya. Dan Lea, dosen bergelar Ph.D., tiba-tiba jadi seperti ABG yang ngefans berat pada brondong personel boyband.

Boy Toy, aliaZalea
Gramedia Pustaka Utama, 384 halaman
ISBN 9786020339917


* * *


Gue berusaha baca ulang novel ini karena seri keduanya mau terbit. Jadi ya biar ada kesinambungan dan nggak terlalu ngawang-ngawang pas baca buku keduanya meski buku keduanya bisa dibaca tanpa harus membaca seri pertamanya dulu. Tapi ternyata gue cek Goodreads, gue udah baca novel ini. Asli, gue SAMA SEKALI nggak sadar udah pernah baca. Artinya... novel ini nggak terlalu membekas.

Gue pun membaca novel ini dan...
Memang agak melempem sih.

Premis novel ini sebenernya menjanjikan. Apalagi dengan kisah cinta dari cowok yang lebih muda dari si cewek. Bahkan umurnya terpaut sekian tahun. Anak boyband, pula. Istilahnya kayak tante-tante girang doyan brondong, lol.

Kisah tentang Lea si dosen yang ditinggal mantan tunangannya dan Taran si personel boyband ini sebenernya cukup seru di permulaan. Lea yang awalnya nggak sadar siapa Taran, terus akhirnya kepo dengan personel Pentagon satu itu. Tapi hanya sebatas awal (kayaknya sekitar tiga bab doang yang seru).

Sisanya?

Anjir, ngantuk banget. Tapi memang kayaknya gue yang nggak terlalu suka cerita yang muter-muter. Soalnya terasa flat banget ceritanya. Padahal di awal buku katanya penulis cari tahu soal perasaan cowok. Tapi gue nggak nemuin "rasa" maskulin di novel ini. Kesannya mentaaaah banget. Beda dengan novel-novel penulis sebelumnya.

Untunglah agak terselamatkan (meskipun sedikit) saat mantan tunangan Lea datang dan membuat huru-hara hahahaha. Tapi, nggak benar-benar menyelematkan.

Kayaknya penulis bakal ngasih sensasi maskulin di seri berikutnya. Ha ha ha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar