30.9.17

[47] Orbit Tiga Mimpi by Miranda Malonka





Alejandro, terobsesi dengan benda-benda angkasa dan bertekad menang olimpiade astronomi. Tapi, bagaimana dia bisa menang kalau pelajaran matematika justru membuatnya merana? Asterion, vokalis band yang selalu cerah ceria dan tidak pernah menangis. Tak ada yang tahu dia menyembunyikan banyak rahasia di balik suara merdunya. Angkara, senang menghabiskan waktu untuk merenung dan menulis puisi tentang bintang-bintang. Tapi, seluruh dunia ingin dia mengubah gaya menulisnya. Ketiga orang yang sangat berbeda ini dipersatukan oleh kelompok belajar yang dipilih sesuai urutan absensi kelas. Meski awalnya canggung, ketiganya menemukan diri mereka mengorbit satu sama lain. Namun, ketika perasaan saling suka melesat bagai meteor, ditambah keresahan atas identitas diri, akankah orbit mereka terus berputar atau malah hancur lebur?


Orbit Tiga Mimpi, Miranda Malonka
Gramedia Pustaka Utama, 380 halaman
ISBN 9786020332048


* * * *


Orbit Tiga Mimpi menceritakan tentang tiga siswa SMA yang memiliki tiga impian berbeda. Ale menyukai astronomi tapi tidak mahir dalam berhitung. Berkali-kali cowok itu memungkiri bahwa dia lebih ahli dalam biologi padahal dia begitu mencintai pelajaran itu. Aster si supel menyukai aliran musik band miliknya dan selalu membantah bahwa range vocal dan karakter suaranya tidak cocok untuk band tersebut. Kara selalu menyukai puisi dan fiksi, juga memiliki kecintaan akan astronomi. Sinopsis di kover belakang buku sudah dengan tepat menggambarkan isi dari novel bergenre young adult ini. Jadi, mungkin para pembaca sudah tahu akan ke mana arah cerita ini menuju.

Miranda Malonka menjadi salah satu novelis yang saya tunggu-tunggu karyanya. Apalagi saat sang editor bilang tahun ini dia akan menerbitkan novel lagi, saya makin penasaran. Dan terbayar lunas saat membacanya!

23.9.17

[46] Moon Over Bali by Agnes Jessica



Jesslyn pergi ke Bali bukan untuk berlibur. Ia kabur dari Daddy yang menyuruhnya memilih satu di antara dua hal: kuliah atau kawin. Jess mustahil memilih salah satunya. Ia memilih untuk mencari ibunya di Pulau Dewata saja. Tapi, perjalanannya di Bali tidaklah mulus. Jess tertipu dan kehilangan uang. Ia juga terpaksa tinggal di tempat kos sumpek bersama Komang yang hidup bersama seorang pria bule, mengantar turis mancanegara dengan Ayla mungilnya, dan belajar menari Bali untuk bertahan hidup. Puncaknya, Jess dihubungi oleh pemuda yang dijodohkan dengannya. Jess limbung. Akankah ia menuruti perjodohan yang diatur Daddy dengan putra rekan bisnisnya itu, atau akankah ia mengikuti kata hatinya yang telah dicuri Timmy yang ditemuinya di Bali? Itu tantangan yang harus dijawab Jess saat melompati tembok takdirnya.

Moon Over Bali, Agnes Jessica
Gramedia Pustaka Utama, 248 halaman
ISBN 9786020366593



* * *


Kisah dimulai saat Jess diminta daddy-nya untuk menikah. Tentu saja gadis itu tidak terima. Menurutnya, Daddy sangat pemaksa. Maka, dia kabur untuk mencari mommy-nya yang tinggal di Bali. Berbekal uang tabungan seadanya dan mobil Ayla kesayangan, Jess bertolak dari Jakarta menuju Bali. Sampai di Bali, Jess terkena musibah sampai uangnya ludes. Beruntung dia bertemu Komang, wanita Bali baik hati yang membuatnya tetap bertahan meski sudah tak punya uang.


Lalu, ternyata Thomas, pria yang hendak dijodohkan dengannya, malah menghubunginya untuk bertemu. Sayangnya, Jess malah bertemu dengan Timmy karena ternyata Thomas sudah bertolak dari Bali karena ada rapat penting. Timmy sendiri adalah adik Thomas. Pemuda itu memberikan kejutan serta "ujian" untuk Jess.

Mungkin seperti itu jalinan kisah dari Moon Over Bali karangan Agnes Jessic. Eits, mungkin banyak di sini yang sangat familier dengan nama pengarang beken ini. Saya sendiri masih ingat saat SMP, karya-karya novelis ini banyak bertebaran di toko buku. Saat itu, saya yang masih remaja tentu lebih suka novel remaja dan malah tidak membaca karya-karya Agnes Jessica yang kebanyakan adalah novel dewasa. Meski demikian, saya pernah membaca karyanya berjudul Tunangan? Hmm... yang sangat remaja dan Three Days Cinderella yang bagi saya saat itu sangat bisa dijadikan sinetron kejar tayang yang bakal laku digandrungi. Omong-omong, sedikit "adegan" di novel Three Days Cinderella saja sudah buat saya tersipu-sipu saat itu.