25.6.17

[45] Sophismata by Alanda Kariza



What happens when you dislike politicians so much, yet you fall in love with one?
Meski sudah tiga tahun bekerja sebagai staf seorang Anggota DPR, Sigi tidak juga bisa menyukai politik. Ia hanya ingin belajar dari atasannya itu, mantan aktivis 1998 yang sejak lama ia idolakan. Dan ia juga berharap ia bisa segera dipromosikan menjadi tenaga ahli. Tetapi, semakin hari ia justru dipaksa menghadapi berbagai intrik yang baginya menggelikan. Hingga ia bertemu lagi dengan Timur, seniornya di SMA yang begitu bersemangat mendirikan partai politik. Cara pria itu membicarakan ambisinya menarik perhatian Sigi. Perlahan Sigi menyadari bahwa tidak semua politisi seburuk yang ia pikir.

Sophismata, Alanda Kariza
Gramedia Pustaka Utama, 272 halaman.
ISBN 9786020356747


* * *


Sigi bekerja sebagai staf administrasi yang dibawahi oleh Johar Sancoyo. Keinginan wanita itu tak muluk-muluk: dia ingin menjadi Tenaga Ahli. Sayangnya, sang politikus sekadar memberi janji-janji manis karena kariernya tetap mandek dengan alasan dia harus mengambil S2 terlebih dulu. Kemudian, tak lama Sigi bertemu dengan Timur, seniornya di SMA.

Terus terang, premis yang ditawarkan Alanda sangatlah unik. Karena berkuliah di FISIP, sebenarnya bukan hal baru membaca mengenai politik, kebijakan publik, dan tetek bengek lainnya. Yang patut diacungi jempol adalah bagaimana Alanda menuturkan dengan sederhana dan membuat para pembaca mengernyit bingung dengan istilah-istilah yang digunakan.

Kelebihan novel ini lagi, saya suka interaksi Sigi dan Timur. Romance yang disispkan dalam Sophismata terkesan elegan. Dan terus terang, kecerdasan Timur tampaknya representasi otak penulis yang juga cerdas. Cerita pun berpusat pada keseharian Sigi, dibumbui kisah Timur yang sedang mendirikan "Setara", juga Johar yang terobsesi pada koperasi.

Fiksi yang cukup menyenangkan untuk dibaca, apalagi dengan premis unik. Good job for Alanda!

No comments:

Post a Comment