6.5.17

[44] Glaze by Windry Ramadhina


Seperti glasir di permukaan keramik, aku merasakanmu sepanjang waktu.
Mataku tak lelah menatapmu, diam-diam mengabadikan senyumanmu di benakku.
Telingaku mengenali musik dalam tawamu, membuatku selalu rindu mendengar cerita-ceritamu.
Bahkan ketika kita berjauhan, aku selalu bisa membayangkanmu duduk bersisian denganku.

Seperti glasir di permukaan keramik, kepergianmu kini membungkusku dalam kelabu.
Ruang di pelukanku terasa kosong tanpa dirimu.
Dadaku selalu sesak karena tumpukan kesedihan mengenang cintamu.
Bahkan ketika aku ingin melupakanmu, bayanganmu datang untuk mengingatkan betapa besar kehilanganku.

Aku menyesal telah membuatmu terluka, tapi apa dayaku?
Aku yang dulu begitu bodoh dan naif, terlambat menyadari kalau kau adalah definisi bahagiaku.


Glaze, Windry Ramadhina
Roro Raya Sejahtera, 396 halaman
ISBN 9786026074829


* * *


Saat adiknya meninggal, Kalle (baca: Kaeh) tidak tahu harus sedih atau gembira. Selama ini, pria itu selalu tidak menyukai eksistensi Eliot karena membuat dirinya tidak mendapat perhatian dari almarhum kedua orangtuanya. Namun, entah kenapa almarhum adiknya itu justru meninggalkan video berisikan pesan bahwa Kalle harus menjaga Kara, kekasih Eliot.