14.1.17

[42] Some Kind of Wonderful by Winna Efendi



Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sebagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik.

Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?


Some Kind of Wonderful, Winna Efendi
Gramedia Pustaka Utama, 360 halaman
ISBN 9786020335551

* * *

Liam harus merelakan pernikahan Wendy, wanita yang ia cintai, dengan adiknya sendiri. Pria itu menghilang selama tujuh tahun hanya untuk menyembuhkan luka akan kenyataan bahwa Wendy tak pernah memiliki perasaan padanya. Padahal Liam yakin kebersamaan mereka sejak kecil, bagaimana respons Wendy terhadapnya, adalah perasaan suka. Namun, mungkin Liam terlalu salah mengartikan itu semua sampai akhirnya ia sadar saat mencuri dengar percakapan Wendy dan Rahma.

Rory harus kehilangan dua orang yang dicintainya: Jay dan Ruben. Wanita itu terus membentengi diri, merasa hilangnya dua sosok itu adalah kesalahannya. Dia hanya bisa membentengi dirinya dengan kenangan-kenangan akan Jay dan Ruben. Namun, kenangan-kenangan itulah yang membuat luka di hatinya meradang.

Liam, sang koki tampan yang digilai banyak fans, tak sengaja melihat Rory dalam program anak-anak Network Eleven. Peran Rory di tempat itu memang agak konyol, apalagi dengan kostumnya. Liam melihat Rory melakukan atraksi demi mengundang tawa anak-anak. Namun, pria itu tahu dua mata Rory menampilkan hal sebaliknya. Karena merasa sama-sama memiliki duka, Liam berusaha menjadi teman Rory. Apakah mungkin Rory yang defensif dan menjaga jarak mau menerima Liam sebagai teman?

Yah, kali ini Winna Efendi cukup mengejutkan saya dengan menerbitkan novel di Gramedia Pustaka Utama. Tentu saja saya tetap antusias membaca novelnya (omong-omong, Winna juga akan menerbitkan novel di Gagas Media berjudul Float). Seperti biasa, Winna sangat mahir dalam menghadirkan suasana tenang. Tulisan khas Winna juga masih terasa dengan sisipan kisah keluarga, juga percintaan. Namun, mungkin di sini lebih kental dengan penekanan mengejar impian. Saya cukup diingatkan dengan karya Winna sebelumnya berjudul Melbourne

Kelebihan naskah Some Kind of Wonderful buat saya pribadi adalah... saya merasakan hal yang lebih sentimentil daripada novel-novel Winna sebelumnya. Saya tidak mengerti alasannya, tapi entah kenapa ada beberapa bagian yang begitu attached, apalagi soal impian Liam dan Rory, termasuk monster-monsternya, termasuk kegamangan yang mereka rasakan dalam hal tersebut.

Selanjutnya, gaya menulis Winna tetap enak dibaca. Meski awal cerita pace-nya termasuk lambat, saya tetap menekuri pengenalan-pengenalan tokohnya karena terasa pas. Karakternya pun termasuk manusiawi meski karakter Liam banyak dijumpai di novel-novel kontemporer kebanyakan.

Kekurangannya sendiri adalah alur flashback yang bagi saya tak terlalu smooth. Sebenarnya tak masalah saat membacanya karena gaya menulis Winna tetap oke. Namun, kalimat yang dikursif sebagai tanda bahwa itu adalah percakapan masa lampau agak mengganggu. Begitu pula masalah teknis dalam chatting ataupun hal yang berbau teks dalam naskah. Yah, memang ini sepertinya bukan masalah substansi.

Dan saya merasa karakter Willem kurang ditampilkan. Adik dari Liam itu baru muncul saat pernikahannya dan Wendy akan dilaksanakan.

Selebihnya, saya cukup puas saat selesai membaca novel ini dan cukup terkoyak-koyak menjelang ending novelnya.

4 comments:

  1. Yeay ``terimakasih ulasan singkatnya. Saya baru baca karya Winna hanya Refrain saja. Jadi tertarik ingin baca karya dia yg lain ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho... worthed kok untuk dibaca, Kak ;)

      Delete
  2. Melbourne udah tayang dari November tahun lalu, Tha...:) abis WiT langsung Melbourne, Pamela Bowie juga, kan...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung ada dalam kurung tulisan "kalau tidak salah" ya, Bang Ijul. Yak, sudah dihapus sekarang. Trims! xD

      Delete