15.4.16

[40] We Were Liars - E. Lockhart





Keluarga yang menawan dan disegani. 
Pulau pribadi. 
Gadis cerdas yang risau; pemuda politis yang penuh semangat. 
Empat sahabat—Para Pembohong—dengan pertemanan 
yang kemudian menjadi destruktif. 
Kecelakaan. Rahasia. 
Kebohongan demi kebohongan. 
Cinta sejati. 

Kebenaran.



Para Pembohong merupakan novel suspense modern 

Dan jika ada yang bertanya bagaimana akhir cerita ini, 


karya E. Lockhart, finalis National Book Award dan 
penerima Printz Award. 
Bacalah.
JANGAN BERITAHUKAN.




We Were Liars (Para Pembohong), E. Lockhart
Gramedia Pustaka Utama, 296 halaman
Cetakan I, April 2016



* * * *


Sebenarnya saya sudah membaca versi bahasa Inggrisnya, tapi kepincut dengan kover terjemahan yang jauh lebih bagus! Benar, kan? Kover terjemahannya ini memikat banget. Salut buat ilustratornya!

Maka dari itu, saya akhirnya dihadiahi novel ini. Dan saya dengan senang hati membaca ulang. Sama sekali nggak menyesal kok karena terjemahannya bagus!


Apa yang saya suka dari novel ini? Jawabannya adalah gaya bercerita Emily Lockhart. Dengan sudut pandang orang pertama dari Cadence Sinclair, semua dituturkan dengan gaya yang unik. Sesekali disisipkan kata-kata puitis yang membuat novel ini kelam alih-alih berbunga. Cerita ini memfokuskan pada empat remaja yang selalu bermain yang disebut sebagai The Liars (Para Pembohong). Tanpa harus pusing memikirkan hal-hal lain. Tanpa harus pusing memikirkan dunia orang dewasa yang pelik.

Novel young adult yang cukup berbeda. Saya suka bagaimana Emily Lockhart mengeksekusinya. Musim panas yang dia lalui bersama Para Pembohong. Tapi yang jelas, saat membaca novel ini, harus bersabar karena pace cerita yang cukup lambat. Menjelang akhir, barulah ada letupan-letupan yang memang sudah saya nanti-nantikan. Me likey!

Untuk para tokoh di novel We Were Liars, sebenarnya saya tetap menyukai Cadence. Entahlah. Ada sesuatu yang misterius yang berkelindan di otaknya, yang kerap membuat pemikirannya terlalu suram untuk remaja. Dan entah kenapa saya nggak suka karakter Gat. Gat-nya Cadence.

Terakhir, saya bocorkan saja, novel ini bercerita mengenai keluarga sosialita yang sarat tabir dan polemik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar