19.1.16

[37] Mission D'Amour by Francisca Todi





Kehidupan Tara Asten sebagai asisten pribadi Putri Viola—Putri Mahkota Kerajaan Alerva yang supersibuk—selalu penuh tantangan. Namun, Tara tidak pernah menyangka Badan Intelijen Alerva (BIA) akan menjadikannya tersangka utama dalam rencana penyerangan keluarga kerajaan. Dia dimasukkan ke masa percobaan tiga bulan, pekerjaannya terancam tamat!


BIA menugaskan salah satu agen rahasianya, Bastian von Staudt, alias Sebastian Marschall, untuk menyamar menjadi calon pengganti Tara dan menyelidiki wanita itu. Tapi di tengah perjalanan misinya, dia malah jatuh hati pada kepribadian lugu Tara. Bukannya mencari kesalahan Tara, Sebastian malah beberapa kali menolongnya.


Tara yang awalnya membenci pria itu, mulai bimbang dengan perasaannya. Sebastian pun mulai kesulitan mempertahankan penyamarannya.

Tapi, itu sebelum Sebastian mendengar percakapan mencurigakan Tara di telepon. Yang membawa Sebastian pada dua pilihan sulit: misi atau hatinya.

Mission D'Amour, Francisca Todi
368 halaman, Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama, Januari 2016
ISBN 9786020324876


* * * *


Tara merupakan wanita yang gemar membuat kue. Tapi karena suatu hal, ia harus menjadi asisten pribadi Putri Viola. Bukannya tidak menyenangkan, Putri Viola begitu menyukai Tara karena wanita itu begitu cekatan dalam bekerja.

Karena suatu hal, sahabatnya datang saat Tara sedang menata pesta untuk Kerajaan Alerva. Sahabatnya membawa kue untuk merayakan hari ulang tahun Tara, meski perayaan itu sebenarnya telat. Tara yang jarang mendapat perhatian, tentu saja terharu karena sahabatnya begitu perhatian. Tapi saat menyalakan lilin, sesuatu meledak! Hal itu pula yang menyebabkan Tara harus menjadi tersangka utama peristiwa itu. Meskipun Putri Viola tidak percaya kalau Tara sengaja melakukannya, tetap saja pihak kerajaan merasa waswas dengan kehadiran Tara.

Pekerjaan Tara Asten sebagai asisten pribadi pun terancam. Akhirnya, akan ada seorang yang menggantikan posisinya, yaitu Bastian. Pertemuannya dengan Bastian sebenarnya bukan pada saat di kerajaan, melainkan saat ia menghadiri pasar malam.

Mission D'Amor merupakan novel pertama Francisca Todi yang saya baca. Meskipun termasuk tebal, gaya bahasa yang mengalir membuat saya betah berlama-lama membaca novel ini. Sungguh kejutan, karena saya cukup menyukai novel ini. Dan sudut pandang Tara dan Bastian, saya dapat merasakan perasaan mereka. Pengarangnya juga cukup mahir mengisahkan love-hate relationship antara Tara dan Bastian. Meski begitu, saya agak menyayangkan penceritaan dari sisi Bastian yang agak kurang maskulin.

Latar novel ini merupakan kerajaan fiktif, yaitu Kerajaan Alerva. Tapi, saya tidak dibuat bingung dengan deskripsinya. Gaya bahasa lancar membuat saya benar-benar menikmati novel ini.

Meskipun di sampul tertera lini Metropop, saya merasa Mission D'Amor seharusnya berada di lini Amore Gramedia Pustaka Utama. Bukan karena ada "amor" di judul, tetapi memang gaya bahasa yang lebih mendayu dan lebih cocok di sana. Tapi, mungkin editornya punya pertimbangan lain.

Saya sangat menantikan novel Francisca Todi selanjutnya. Good work!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar