4.1.16

[34] Stuck in Love by Stephanie Zen





Enzo
Aku senang melihatnya tertawa, atau merengut kesal ketika kugoda. Aku senang mendengarnya bercerita. She's the best friend ever!

Alleira
Aku senang menghabiskan waktu bersamanya. Akan selalu kuingat setiap detik jika dia ada.

Ben
Bagiku, yang terpenting Alleira bahagia. Selama dia bahagia, aku akan baik-baik saja. 

-----------

Terancam kehilangan pekerjaan telah membawa Alleira Barata bertemu Benjamin Chua. Alleira tidak pernah tahu, bahwa saat pekerjaan di kantor barunya itu dimulai, babak baru dalam kehidupannya juga dimulai.

Terjepit di antara cinta – yang kemungkinan besar bertepuk sebelah tangan – pada sahabatnya sendiri dan perhatian-perhatian kecil yang perlahan ditawarkan Ben, membuat hidup Alleira sungguh kompleks.

Alleira jarang memikirkan, manakah hal-hal dalam di dalam hidupnya yang sungguh berarti, sampai suatu ketika ia dihadapkan pada sebuah keputusan besar yang harus diambil: memilih untuk mencintai, atau dicintai.

Stuck in Love, Stephanie Zen
312 halaman, Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama, Desember 2015
ISBN 9786020323503


* * * *


Alleira tidak ingin meninggalkan Enzo, sahabat yang sudah mencuri hatinya. Tetapi, Visa S Pass yang Alleira miliki akan hangus karena ia dihadapi kenyataan bahwa perusahaan tempat ia bekerja memberikan opsi: memecatnya atau membiarkan Alleira mengundurkan diri. Dua opsi tersebut tentu saja berakibat sama: Alleira tidak punya pekerjaan. Meski dalam hati kecilnya, gadis itu memang tahu pekerjaan accounting bukanlah passion-nya.

Alleira sempat galau karena S Pass yang dimilikinya akan benar-benar hangus. Tapi ternyata gadis itu beruntung. Ia ditawari pekerjaan di We Connect. Ternyata, direktur perusahaan itu, Benjamin Chua, memang sudah lama ingin merekrut Alleira. 

Di We Connect, Alleira benar-benar merasa beruntung. Selain pekerjaan yang sesuai dengan passion, bosnya terkenal genius dan cakap bekerja. Ben selalu ada saat Alleira butuh bantuan. Perhatian-perhatian kecil dari Ben seperti perpanjangan tangan Tuhan untuk Alleira. Namun, meski karier Alleira bagus, tetap saja ia tidak bisa memastikan hubungannya dengan Enzo.

Enzo tidak pernah memberikan klu hubungan mereka, akankah dibawa ke ikatan resmi? Alleira tahu, Enzo memiliki magnet bagi para gadis. Tetapi, dari sikapnya yang baik kepada Alleira, bukankah lumrah Alleira ingin memastikan eksistensinya terhadap pemuda itu? Lalu, bagaimana jadinya jika ternyata, direktur We Connect sekaligus bos Alleira menaruh hati kepada gadis itu?

Stuck in Love ditulis dengan begitu mengalir. Mengedepankan premis "lebih baik dicintai atau mencintai?", novel ini diramu dengan apik dengan latar pekerjaan yang begitu terasa. 

Gaya penulisan Stephanie Zen di novel ini begitu lincah, seperti biasa. Percakapannya terkadang dicampur bahasa Inggris, tetapi tidak terkesan dipaksakan, mengingat Singapura menggunakan bahasa Inggris (atau singlish?). Karakter-karakter yang ada dalam novel ini juga membumi, terasa dekat dengan keseharian kita. Omong-omong, karakter favorit saya di novel ini adalah Alleira.

Dan yang paling menonjol dari novel ini adalah bagaimana Stephanie Zen menjabarkan detail tentang karier di Singapura. Setidaknya, saya yang cukup awam bisa mengerti. Pemaparan tersebut ditulis dengan baik dan tidak berlebihan.

Untuk teknis, sebenarnya saya menemukan beberapa inkonsistensi, seperti penulisan mug yang dimiringkan dan yang tidak. Kenapa tidak sekalian ditulis "mok" saja? Dan ada beberapa hal teknis yang saya catat. Meski demikian, sama sekali tidak menganggu saat saya membaca karena alur ceritanya bagus.

Meskipun Stuck in Love merupakan kisah "to good to be true", saya rasa novel ini sangat layak dibaca. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar