27.4.15

[19] Kumpulan Cerpen Teenlit: 11 Jejak Cinta by Charon, Clio Freya, dkk.




Penyesalan, penolakan, perpisahan memberi jejak kepedihan akibat cinta. Namun kisah kehilangan tidak pernah menyurutkan rasa. Takdir cinta yang ambigu tidak pernah membuat kita ragu.

Hening dalam bahagia. Mencecap rasa menikmati suka. Kadang kita menemukan cinta ketika tak mengindahkan keberadaannya. Apakah cinta hanya fatamorgana ataukah dia meninggalkan jejak dalam hati kita?

Ke-11 pengarang Teenlit GPU lintas generasi mempersembahkan cinta mereka untuk para penggemar melalui kumpulan cerpen ini.

11 Jejak Cinta menyuguhkan beragam rasa dan tema kisah remaja yang menyentuh hati. Selamat menyusuri jejak-jejak cinta yang tertinggal di buku ini!

11 Jejak Cinta, 11 penulis Teenlit
Gramedia Pustaka Utama, 2015

***

Teenlit.

Bagaimanapun juga, fiksi lokal pertama yang saya baca itu teenlit. Saat SMP, saat rajin-rajinnya nyewain komik. Novel teenlit pertama yang saya baca judulnya "Joya vs Andien".

Lalu, saya jadi suka baca novel lokal. Ah, kumcer ini ngingetin saya sama zaman-zaman teenlit booming.

Saya yang awam dalam dunia buku, mengidolakan Rosemary Kesauly (Kana di Negeri Kiwi), Luna Torashyngu, Donna Rosamayna (The Princess in Me), Esti Kinasih (CEWEK!!!), dan masih banyak lagi. Kebanyakan sih memang yang saya suka jebolan lomba novel teenlit saat itu. Terus, banyak pengarang yang masih produktif sampai sekarang, ada juga yang nggak terdengar lagi. Agak disayangkan, karena karya mereka bagus-bagus dan nggak cheesy. Meski sekarang juga banyak pengarang baru yang keren!

Ah, udah cukup ya nostalgianya!

Sekarang mari kita review kumpulan cerpen ini.

Jadi, 11 Jejak Cinta ini adalah kumcer perayaan teenlit. Udah sebelas tahun! Wow! Cerita-cerita di kumcer ini mengingatkan saya dengan masa-masa SMA yang... well, begitulah. Mungkin juga mengingatkan saya akan "suara" saat remaja saat itu yang nggak keluar.

1# Satu Pengacau Kecil, Charon
Mengisahkan Rena yang begitu jengkel dengan adiknya, Ryan. Bagi Rena, Ryan sumber masalah. Sampai suatu ketika mimpi itu datang dan menjadi reminder. Premisnya mengingatkan saya dengan novel Luluergic, tapi dengan eksekusi yang berbeda. Dan saya suka gaya menulis Charon. By the way, saya favoritin banget novel Amore-nya yang berjudul 1000 Musim Mengejar Bintang.

2# Berteman Cinta, Clio Freya
Bercerita tentang Prita yang ditinggalkan Jonas. Lalu suatu saat ia mencari seorang pelukis bernama Pak Dodo yang melukis dengan cara “unik”. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh Raka. Saya suka eksekusi menulisnya. Dan ini pertama kalinya saya membaca tulisan Clio Freya. Jadi penasaran dengan trilogi Eiffel-nya! Eh, untuk teknis… saya agak keberatan dengan penggunaan kata “busway”.

3# Langit di Ujung Jendela, Dyan Nuranindya
Kalau dengar nama Dyan Nuranindya, saya ingatnya langsung Dealova dan Rahasia Bintang! Eh, salah. Saya harus cerita tentang cerpennya ya, hehehe. Mengisahkan Langit dan Pelangi. Saya nggak mau spoiler banyak karena cerpen ini manis banget. One of my favorites.

4# Dua Hati Menghadapi Dunia, Ken Terate
Dear Mbak Ken Terate, saya berkeras untuk menjadi fansmu! Saya suka sekali dengan cerpen ini. Dari awal paragraf, insting saya mengatakan kalau cerpen ini pasti nggak bakalan mengecewakan saya. Dan… saya benar! Saya suka sekali tentang kisah Alde dan Alin ini. Cerpen remaja yang nggak picisan. Cerpen remaja yang sangat layak dibaca. Saya suka sekali dengan gaya bahasanya. Saya suka dengan analogi yang dipakai. Saya suka sekali dengan premis cerpennya. The best short story in 11 Jejak Cinta, versi saya, tentunya.

5# Kecelakaan, Lexie Xu
Cerpen ini mengisahkan Shienna yang begitu depresi dengan keadaannya. Sampai sebuah petaka datang. Oke, premis ceritanya memang pernah dipakai. Tapi… cara Lexie Xu mengisahkannya itu lho, benar-benar deh. Saya sempat menutup kumcer ini. Bukan, bukan karena jelek. Tapi deskripsinya langsung buat bergidik ngeri—padahal udah dijelasin juga berada di mana Shienna dan David. One of my favorites too.

6# First Girl, Luna Torashyngu
Saya kesal! Hahaha. Bukan karena cerpennya jelek. Tapi jadi kepingin baca novel utuhnya aja karena penasaran dengan kisah Gayatri. Kenapa sih Mas Luna selalu buat cerpen yang nggak one shoot begitu? Kenapa?! Eh, kok saya jadi drama. Saya malas dengan drama ah, hahaha. Dulu waktu baca cerpennya di “Idolamu? Itu Aku!” juga begitu. Huft! Jadi harus sabar menanti novelnya terbit deh.

7# Milo, Mia Arsjad
Seperti biasa, Mia Arsjad hadir dengan gayanya yang lincah. Kali ini mengisahkan Milo yang memiliki wajah berandalan di mana setiap orang selalu saja memandangnya sebelah mata. Tapi tidak untuk Killa. Dan saya puas dengan akhir ceritanya.

8# Duniaku Kiamat, Pricillia A.W.
Mengisahkan Meredith dan Nara. Meredith tidak tahu bagaimana rasanya mengalami long distance relationship.

9# Bekal Istimewa untuk Pangeran, Primadonna Angela
Cerpen yang menarik dengan latar klub paduan suara di mana tokoh utamanya ini jatuh cinta dengan Erik. Bahkan di klub paduan suaranya juga ada understudy dalam pentas yang bakal mereka adakan. Unik.

10# Untukmu Sahabat, Shandy Tan
Kisah persahabatan tentang Kiki dan Kikan. Premisnya bagus.

11# Nastya, Windhy Puspitadewi
Baca cerpen ini buat saya penasaran dengan Incognito (belum baca, dan rasanya harus baca deh, tapi timbunan buku banyak banget! Help!). Omong-omong, buat novel macam Let Go lagi dong. Saya suka banget!!! Eh, kok out of topic! Hahaha.

Dan begitulah cerpen-cerpen di dalam kumcer 11 Jejak Cinta ini. Secara keseluruhan, saya suka. Saya punya tiga favorit, yaitu Dua Hati Menghadapi Dunia (no doubt deh ini cerpen paling terfavorit), Kecelakaan (yang buat saya bergidik ngeri), dan Langit di Ujung Jendela (cerpen yang manis!). Ada dua cerpen spin off (eh, bener nggak ya kalau itu spin off) yang buat penasaran abis, ada juga beberapa cerpen yang kurang feel-nya padahal premisnya harusnya sih bakal sedih. Tapi ya namanya juga selera.

Udah ah. Saya senang membaca kumcer ini. Yang lainnya juga manis dan memberikan pesan moral yang baik untuk remaja dengan cara nggak menggurui. Aura remajanya kental sekali. Ah, saya sudah nggak remaja lagi!

8 comments:

  1. Sabar yaa... Novelnya juga akan segera terbit nggak lama lagi kok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, Mas Luna. Saya menunggu dengan sabar :)

      Delete
  2. Replies
    1. Kalau kamu fans Teenlit, wajib PUNYA! :))

      Delete
  3. Penasaran sama tulisannya Shandy Tan di sini :D
    Charon juga deh.

    ReplyDelete
  4. makasih infonya,,
    sangat menarik dan bermanfaat,,
    mantap

    ReplyDelete