19.2.15

[12] Hikikomori-Chan by Ghyna Amanda





Ia adalah raksasa yang menghancurkan dinding pelindungku.

Bedanya, raksasa ini mungkin tidak akan memorak-porandakan isinya lagi.

Aku tidak tahu, aku hanya berfirasat.

Setidaknya ini mungkin yang kuharapkan sejak pertama kali mengurung diri di dalam dinding itu.

Aku ingin dibebaskan.

Sejak ibunya meninggal empat tahun lalu, Raisa memutuskan untuk menjadi seorang Hikikomori—orang yang menarik diri dari kehidupan sosial. Ia mengurung diri di dalam kamar dan menolak berinteraksi dengan siapa pun, termasuk kakak-kakaknya: Kana, Takumi, dan Tetsuya. Ketika kakak-kakaknya memutuskan untuk pindah ke kota lain, Raisa tetap bertahan di dalam kamar. Suatu hari, pria setengah baya yang tidak diundang bernama Vincent Muffon masuk ke rumahnya dan mulai mengurus segala kebutuhan Raisa. Siapa sebenarnya pria asing ini? Kenapa kehadirannya membuat Raisa justru merasa lega dan mulai berharap untuk dibebaskan?

Hikikomori-Chan, Ghyna Amanda
Ice Cube Publisher

***

Akhirnya saya menyelesaikan tiga novel YARN, dan Hikikomori-Chan adalah yang terakhir yeay! Saya sih tetap menantikan sepuluh besar lainnya, dan semoga desain sampulnya tidak pucat seperti ketiga seniornya! :D

Saya sebenarnya cukup skeptis dengan setting Jepang! Ugh, dua pemenangnya mengambil latar itu. Tapi saya tentu yakin ada “sesuatu” dalam naskah ini. Sesuatu yang membuatnya unggul menjadi pemenang YARN.
Saya kira hikikomori sekadar istilah remaja tentang hal yang cukup cheesy. Ternyata tidak. Kalau mau tahu apa itu hikikomori, silakan baca novelnya ya, hehe.
Tokoh utama novel ini, Raisa, hanya memiliki ketakutan akan dikecewakan. Ia memilih untuk mengurung dirinya di kamar. Sampai seseorang yang disebutnya Kyoujin—iya, kyoujin yang di manga itu!—datang dan mengaku sebagai seorang ayah.
Bagi Raisa, VincentMuffon—nama asli si Kyoujin—tidak lebih dari sekadar orang asing. Tapi sikapnya sehari-hari di rumahnya membuat tebing yang dibuat Raisa mulai luruh juga. Raisa mulai berani untuk keluar dari kamarnya.
Cerita yang disajikan oleh Ghyna Amanda ini tergolong unik. Saya kira ini cukup orisinil. Mungkin orang Jepang sudah membahasnya, tapi saya sendiri punya pengetahuan baru soal ini. Dan rasanya, dari seluruh cerita YARN yang saya baca, kisah Hikikomori-Chan ini yang paling tidak terlalu drama.
Omong-omong, kenapa namanya Raisa ya? Apakah Raisa  itu nama Jepang? Saya malah ingatnya penyanyi Pemeran Utama itu! Hahaha. Dan lagi, meskipun ceritanya saya akui begitu rapi ditulis oleh Ghyna—yang produktif sekali dan tulisannya ada di banyak penerbit, saya masih tidak dapat membayangkan bagaimana Raisa kesehariannya, bagaimana Kyoujin, bagaimana sepupunya… bagaimana… yeah, karakternya tidak tergambar di benak saya.
Sekali lagi, yang saya suka dari novel ini adalah kesan yang tidak drama. Semuanya berjalan apa adanya. Dan membaca review sebelumnya, memaparkan bahwa hikikomari adalah fenomena di Jepang yang meresahkan. Mungkin itu adalah salah satu poin mengapa novel ini dipilih sebagai pemenangnya.
Untuk teknis, tak perlu dikatakan lagi apa, karena sama seperti Haru no Sora dan Remedy, soal sampul, soal bahasa selingkung. Oh yeah, tapi jelas ada typo entah di halaman berapa yang menyebutkan “terlanjur”, di mana seharusnya “telanjur”.
I liked it!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar