15.2.15

[10] 28 Detik by Ifa Inziati




Nyebelin, tapi bikin penasaran.
Cantik, tapi belagu.
Ngeselin, tapi pengin dijadiin pacar.

Sebenarnya, kamu ini terbuat dari apa, sih?

Kamu membuatku membangun harapan sekaligus meruntuhkannya. Seluruh impian yang sudah kubangun seumur hidup buyar seketika.

Hanya butuh waktu 28 detik untuk secangkir kopi yang nikmat. Tapi, untuk meraih hatimu? Berapa lama lagi harus kukorbankan egoku?


28 Detik, Bentang Pustaka
Ifa Inziati


***



Jujur saja, blurb-nya membuat saya kecewa. Well, saya tidak terlalu suka sinopsis novel yang seperti demikian. Saya lebih suka sinopsis yang langsung pada inti cerita novel. Dan saya mengeluhkan size dari novel ini yang terlalu besar, jadi nggak terlalu nyaman ketika dibaca.

Tapi… saya sempat membaca lomba novel dari Bentang Pustaka, mengenai passion show. Dalam hati, berjanji akan membaca naskah para pemenangnya. Dan secara kebetulan, ternyata pemenang pertamanya adalah Ifa Inziati, yang saya kenal di Goodreads dengan bacaan yang begitu kaya. Jadi, saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli dan percaya tidak bakal kecewa.

Seperti pada sampul novelnya, dengan gambar coffee grinder. Ini soal passion para tokohnya di KopiKasep. Dan eksekusi yang dilakukan Ifa juga cukup unik, karena dari sudut pandang Simoncelli—si coffee grinder.

Karakter
Oh, karakter yang digambarkan oleh Simoncelli membuat saya meringis geli. Saya jadi ingat kedekatan saya dan teman-teman di kampus. Kehangatan yang diselingi dengan canda tawa, ah sungguh menguarkan nostalgi buat saya. Tapi sayangnya saya tidak bisa berimajinasi bagaimana rupa tokoh-tokohnya. Saya tidak tahu bagaimana rupa Candu—meski memang dideskripsikan tapi rasanya kurang—dan teman-temannya. Omong-omong, saya suka Winona. Yeah, sebenarnya Rohan juga appealing sih… tapi saya lebih suka karakter perempuan seperti Winona.

Plot dan Isi Cerita
Novel ini menceritakan Candu yang bakal mengikuti kompetisi barista di mana salah satu syaratnya adalah dengan membuat signature style. Sayang, semuanya pupus karena orang yang diam-diam mencintainya, juga dicintai Candu. Plot ceritanya yang renyah. Tipikal, tapi nggak cheesy. Karena memang mengedepankan passion. Dan jujur saja, saya jadi galau soal pekerjaan saya yang sekarang karenanya. Ah, Candu. Bagaimana caranya punya semangat sepertimu untuk sebuah passion?

Setting
Bagaimana caranya jika sebuah benda yang ada di sebuah kedai kopi bercerita dari banyak tempat? Dari awal saya sudah mengernyit bingung bagaimana eksekusi penulis. Dan ternyata benar, setting cerita nyaris seratus persen berkutat pada KopiKasep. Yang bagi saya sendiri menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Kelebihannya, saya dengan mudah mengimajinasikan bagaimana kedai kopi tersebut, tapi jalan cerita hanya pada rahasia-rahasia yang tokoh lakukan di kedai kopi tersebut.

Another points?
Saya suka bagaimana penulis mengemas novel ini dengan berbagai istilah dunia kopi. Dari judul bab yang juga berkaitan, pembaca akan dibawa larut dalam candunya segelas kopi. Selain itu, yang gamang akan passion, galau pilih universitas atau jurusan. Saya sarankan membaca novel ini.


Well, secara keseluruhan saya menyukai novel ini. Saya tunggu novel berikutnya ya, Ifa… J

1 komentar: