September 22, 2019

[71] Now Us by Aiu Ahra

Judul
Now Us

Penulis
Aiu Ahra


Editor: Irna Permanasari
Penyelaras Aksara: Aningtias Jatmika
Desain sampul: Alin Hajar Pramesti
Gramedia Pustaka Utama, 264 halaman
ISBN 978-602-06-3204-9





Semula hanya ada Jia dan Sekai. Jia selalu mengikuti apa pun keinginan dan pilihan Sekai. Namun, jauh di lubuk hati, Sekai tidak menyukai sikap Jia tersebut.

Saat memasuki kelas sebelas, Sekai meminta Jia mulai mencari teman baru. Ada Kinal, si gadis dingin. Cowok aneh bernama Alden. Juga sepasang mantan sahabat, Tobi dan Alin. Mereka semua memiliki latar belakang masalah masing-masing.

Pengumuman seleksi study exchange di Australia mengantar mereka untuk mempersiapkan ujian bersama-sama. Karena terlalu sering bersama, konflik tidak bisa dihindari. Juga perasaaan suka.

Dalam persahabatan, mereka berusaha memaafkan masa lalu, melukis masa depan, dan menyambut perasaan spesial yang tidak lagi meminta untuk bersembunyi. 


* * *


Saat pengin bacaan ringan buat perjalanan di dalam transportasi publik, akhirnya gue memutuskan baca novel ini. Sebelumnya, gue pernah baca novel penulis berjudul Sky dan satu lagi lupa (yang jelas bukan terbitan GPU). Seingat gue, novel sebelumnya punya pace yang lambat banget (yang bisa cukup dinikmati dan dikasih rating 2.5 dan dibulatkan ke atas di Goodreas). Dan ternyata, Now Us juga demikian; pace-nya lamban.

Now Us menceritakan tentang Jia yang pengin punya teman baru. Sebelumnya, dia cuma percaya sama Sekai sebagai "teman". Sampai akhirnya dia pindah kelas dan mau nggak mau berkenalan dengan siswa lainnya: Alden, Tobi, dan juga Alin. Tema cerita juga masih zona cerita anak SMA: persahabatan, suka-sukaan, dan juga impian. Formula yang nggak bakal bosan dipakai. Premisnya cukup mengingatkan gue sama salah satu novel TeenLit favorit gue: Let Go. Terlebih dengan karakter yang cukup "banyak".

September 15, 2019

[70] Frankly in Love: Kisah Cinta Remaja Berbalut Keluarga Rasis

Judul
Frankly in Love

Penulis 
David Yoon



Penerjemah: Daniel Santosa
Desain sampul: Staven
Gramedia Pustaka Utama, 416 halaman
ISBN13 9786020631691





Pada tahun terakhirnya di SMA, Frank Li, seorang Limbo—istilah yang dia pakai untuk menyebut anak-anak Korea-Amerika—terjebak di antara ekspektasi orangtua yang tradisional dan kehidupan modern California Selatan. Orangtuanya punya satu aturan dalam pacaran—“Hanya boleh dengan orang Korea”—yang menjadi rumit ketika Frank menaksir Brit Means, yang cerdas, cantik—dan berkulit putih.

Sebagai sesama Limbo, Joy Song juga terjebak dalam masalah yang sama dan mereka membuat perjanjian: mereka akan pura-pura pacaran supaya bisa mendapat sedikit kebebasan. Frank merasa rencananya sempurna, tapi pada akhirnya, taktik pura-pura pacaran ini membuat Frank bertanya-tanya apakah dia benar-benar mengerti apa itu cinta—atau siapa dirinya.


* * *

Meski belum baca sinopsis novel ini, entah kenapa gue ngerasa sangat tertarik. Pertama, marga Yoon. Apakah ada hubungannya dengan Nicola Yoon? Ternyata memang suami-nya. Oke. Patut diperhitungkan. Kedua, kovernya sarat makna. Ketiga, penasaran kalau novel YA ditulis oleh laki-laki (kayaknya bakal jadi referensi menyenangkan selain novel karya John Green). Keempat, pas baca sinopsis, menceritakan tentang kutu buku dan juga soal keluarga Korea di Amerika Serikat. Menarik! Setelah membaca betapa strugling-nya para remaja keturunan Tiongkok (Taiwan) di Amerika Serikat dalam novel American Panda, sekarang giliran para remaja Korea! Jadi, mari kita membaca Frankly in Love dengan sukacita.

© Omnivore Reader
Maira Gall