07 Februari 2019

[58] Summer Sky: Bukan Tentang Langit Musim Panas




Summer Sky Azalea pergi berlibur hanya dengan satu tujuan: membuktikan pada Alex Rahadian, mantan pacarnya, bahwa ia bisa tetap menikmati hidup meski tanpa pria itu.

Tak pernah terlintas sedikit pun dalam benak Sky bahwa liburan itu akan menghadirkan cerita baru dalam sosok Jordan Elwandi, pria yang dijodohkan dengannya oleh sang ibu.

Namun ketika liburan berakhir dan Sky harus kembali ke kehidupannya yang biasa, ia terjebak dalam dilema; membuktikan apakah kisahnya dan Jordan akan berakhir seiring usainya liburan, atau justru menjadi awal dari segalanya.

Summer Sky, Stephanie Zen
Gramedia Pustaka Utama, 280 halaman
ISBN13 9786020387963


* * *


Karya terakhir Stephanie Zen yang gue baca adalah More Than Words. Cukup penasaran juga dengan karya terbarunya. Dan udah jadi jaminan pula kalo tulisan penulis ini memang cocok masuk kategori Metropop (dan TeenLit untuk lini remajanya).

Summer Sky nyeritain tentang Sky, cewek yang baru aja diputusin padahal udah pacaran selama enam tahun. Akhirnya untuk mengubur patah hatinya itu Sky, yang lebih suka laut ketimbang langit, memilih buat ikut mamanya ke Kinabalu, Malaysia, untuk refreshing. Liburan ke Kinabalu ini sebenarnya reward karena mamanya ini ikutan MLM IntoLife Surabaya.

Saat itu juga mamanya baru tahu kalo Sky ternyata udah putus dan lagi broken heart. Sky agak kaget reaksi mamanya nggak gimana-gimana banget karena ternyata mamanya nggak terlalu setuju Sky pacaran sama mantannya itu alias Alex. Dan... kocaknya mamanya ini malah gembar-gembor biar Sky deketin Pak Jordan, branch manager IntoLife Surabaya.

Dan cerita mereka pun dimulai setelah selesai liburan dari Kinabalu, dipelopori sama chatting-an koplak mamanya ke Pak Jordan! 


05 Februari 2019

[57] Mariposa: Kisah SMA yang Cinta Melulu


Untuk mencintai kamu, aku hanya butuh waktu satu detik.
Untuk mendapatkan cinta kamu? Aku butuh berapa juta detik?

Ini kisah tentang Acha, memiliki nama panjang Natasha Kay Loovi. Gadis ajaib berparas cantik seperti bidadari. Ini juga kisah tentang Iqbal. Jangan tanya nama panjangnya siapa, nanti kalian jatuh cinta. Pria berhati dingin dengan hidup monotonnya.

Bercerita tentang perjuangan Acha untuk mendapatkan cinta seorang Iqbal. Acha tak pernah gentar meruntuhkan dingin dan kokohnya tembok pertahanan hati Iqbal yang belum pernah disinggahi perempuan mana pun.

Sikap dingin dan penolakan Iqbal berkali-kali tak membuat Acha menyerah. Bagi Acha selama Iqbal masih berwujud manusia, selama Iqbal tidak berubah menjadi sapi terbang, Acha akan terus berjuang.

Siapkan hati yang mandiri untuk membaca cerita ini. Hati-hati jantung Anda, mohon selalu dijaga. Serangan baper akan terus menyerang tanpa henti. 

Kisah romantis komedi remaja yang siap memanjakan hari indah Anda semua. Jangan lupa selalu bahagia.

Dari Mariposa untuk semua pembaca tercinta. 

Mariposa, Luluk HF
Coconut Books, 496 halaman
ISBN13 9786025508615

* * *


Sebelum mulai nge-review novel ini, gue mau bilang kalo yang ada di sini adalah pendapat pribadi, hahaha. Kalo udah oke sip sama pernyataan itu, ya silakan dibaca review ala kadarnya ini.

Mariposa nyeritain tentang Acha yang tergila-gila sama Iqbal. Mau dibilang apa juga, Acha terus-terusan ngejar-ngejar Iqbal. Semua Acha lakuin buat Iqbal. Kalo kata anak zaman sekarang, tipikal bucin alias budak cinta. Gue penasaran karena beberapa orang suka banget sama novel ini, jadi nggak ada salahnya dong kepo-kepo dikit. Apalagi labelnya cetar membahana: "REKOR NOVEL DENGAN JUMLAH PEMBACA TERBANYAK" (yang tentunya di Wattpad). Eh tapi memang laku juga, soalnya sering masuk jajaran top ten  dalam kategori fiksi di berbagai toko buku.

Awal beli, gue dibuat mengernyit sama paragraf kedua novelnya yang zzz menurut gue. Segala ngomongin reseptor segala. Biar kelihatan cerdas kali, ya? Soalnya karakter di novel ini ditulis cerdas. Tapi gara-gara itu gue malah nganggurin novel ini selama dua minggu di rak.

Yak, sampai akhirnya gue baca novel ini weekend kemarin.

28 Januari 2019

[56] Forgiven: Aura Sama dalam Buku yang Terbit Beberapa Tahun Lalu




William Hakim yang dikenal Karla adalah sesederhana teman baik yang ia temui setiap hari, sahabat dengan kesetiaan tanpa pamrih, dan remaja dengan mimpi serta rahasia-rahasianya yang khas. Selama tahun-tahun masa muda mereka yang penuh cerita, Will si jenius Fisika seakan memiliki segala hal, dan mampu menghadapi apa pun. Ia pasti bagai pendulum, benderang seperti matahari, dan senantiasa ada laksana Polaris di utara Bumi.

Lalu, musim El Nino tiba, dan Will menghilang.

Musim demi musim berikutnya yang dilewati Karla tanpanya kian lama kian menjadikan sosok William Hakim sebuah enigma belaka. Ia semakin terasa nyata dan tidak, kenangan tentangnya bagai pengkhianatan, dan Karla kian tak memercayai apa pun.

Hingga suatu hari tiba, dan Karla mendapat kesempatan untuk menemuinya lagi. Pada hari itu, ia juga dihadapkan pada dua pilihan: untuk pergi dan melunaskan segenap dendam, atau kembali kepada Will dan memaafkan.

Forgiven, Morra Quatro
Bookslife, 246 halaman

* * *

Forgiven memiliki Will sebagai tokoh sentral meski sudut pandang cerita berasal dari Karla. Will merupakan tokoh kunci yang menggerakkan plot dari novel ini. Will yang bukan juara kelas tapi penggemar fisika, Will yang selalu ada untuk Karla, dan Will yang selalu terasa jauh karena nggak ada seorang pun yang tahu apa yang ada di benaknya.

Gue udah pernah baca Forgiven yang mana saat itu diterbitkan oleh Gagas Media. Bahkan, novelnya masih ada di rak. Lalu, beberapa tahun kemudian, alias sekarang, Morra Quatro membuka pre-order untuk sekuel Forgiven berjudul Break Even, sekaligus cetak ulang Forgiven itu sendiri—dan kali ini menerbitkan secara indie.

Bagi beberapa pembaca Forgiven, sosok Will akan terus terkenang. Buat gue yang memberikan rating tiga bintang (yang tentu dalam artian “suka” seperti definisi di Goodreads) buat novel ini pun masih ingat sosok Will. Dan, tentu penasaran akan kelanjutan kisah Will—dan tentu aja Karla.

Gue pun membaca ulang novel ini dengan versi cetakan baru. Beberapa poin singkat tentang Forgiven: