02 Juni 2019

[64] The Traveling Cat Chronicle: Kronik si Nana, Kucing yang Memiliki Ekor seperti Angka Tujuh



Aku adalah seekor kucing.
Dia adalah seorang pemuda penyuka kucing.
“Kau selalu tidur di sini?” 
Kenapa, mau protes?
“Manisnya....”
Memang. Banyak yang bilang begitu.
“Boleh kusentuh?”
Maaf saja, tidak boleh.

Kukira dia hanya akan jadi satu dari sekian banyak orang 
yang cuma lewat dalam kehidupanku sebagai kucing liar.
Akan tetapi, dia menyelamatkan nyawaku.
Sebagai gantinya, aku biarkan dia memeliharaku,
Karena aku kucing yang manis.

Setelah lima tahun kami bersama,
Satoru harus mencari orang untuk mengadopsiku
karena satu dan lain hal.

Maka, kami berdua pun memulai sebuah 
perjalanan panjang mengendarai mobil wagon perak 
kesukaanku ke berbagai penjuru negeri untuk menemui 
teman-teman lama Satoru.

Akan tetapi, ada satu hal yang Satoru sembunyikan dariku....

The Traveling Cat Chronicles, Arikawa Hiro
Penerbit Haru, 364 halaman
ISBN 9786025385858


* * *


Sebenarnya gue agak ragu sih menaruh cuplikan sinopsis dan data dari buku yang mana. Karena memang gue punya dua bukunya. Buku pertama versi hard cover yang gue beli di Bandara Changi (seharga 20 SGD) yang gue dapatkan gratis karena punya voucer Changi. Pas gue beli pun, itu karena temen gue yang tanya begini sama gue, "Lo udah baca The Traveling Cat Chronicles belum? Di Singapura jadi novel paling laris tuh."

Hmm... menarik. Jadi pas ada kesempatan beli "gratis", kenapa nggak langsung? Akhirnya gue dapet versi hard cover-nya meski ada drama kebanyakan sisa soft cover (harganya 18 SGD). Karena gue pake voucer, kan sayang rasanya 2 SGD-nya hahaha.

Terjemahan versi bahasa Inggris-nya bagus. Gue ngebacanya tanpa hambatan. Dan setelah baca, perasaannya agak nyes gimana gitu ya. Jadi pengin adopsi Nana, si kucing yang ekornya kayak angka tujuh itu.

15 Mei 2019

[63] Kamu Terlalu Banyak Bercanda! Jadi Dibercandain sama Hidup

Sumber: Dok. Pribadi

Kamu Terlalu Banyak Bercanda, Marchella FP
Kebahagiaan Itu Sederhana, 194 halaman (HC)
ISBN 9786239067106


* * *


Buku ini nggak punya sinopsis. Satu-satunya klu yang dikasih ya yang ada di Instagram @ktbb.ktbb. Terus, kenapa buku ini bisa ada di tangan gue?

Ya gue ikutan pre-order-nya dong, panjul. 

Sebelumnya, gue memang beli buku Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini yang masih berlabel terbitan KPG. Terus dari situ suka dengan konten yang ditulis sama Marchella FP ini. Bahkan sebelumnya gue juga demen banget sama dua buku Generasi 90-an yang menurut gue entertaining banget kala itu. Tapi buat ikutan PO-nya sih gue nggak ada gambaran. Biasanya tunggu beli aja di Gramedia biar bisa pake diskon kartu kredit BCA atau Flazz. Eh, tapi ternyata buku ini aka KTBB malah dijual di Blibli. Wow, cukup surprised juga dengan kenyataan itu.

Bahkan gue tahu ada KTBB ini karena ada temen yang nge-repost IG @ktbb.ktbb, bukannya dari IG @nkcthi. Dan nggak lama follow si @ktbb.ktbb, baru ngeh bakalan dibukuin juga. Eh wow. Awal ikutan PO juga ya mending yang isinya buku aja. Tapi entah kenapa gue iseng dong pas dibikin PO pertama yang harganya maha-mahal itu: Rp250.000,-! Bayangkan buat buku gue ngeluarin duit seperempat juta rupiah! Huhuhu. Tapi nggak apa-apa. Gue penasaran.

Pas tadi dapet paketnya sih berisi: buku yang di-wrap plastik (yang ternyata di dalamnya ada stiker), memo, notes, dua pin, tiga kartu pos, satu pouch, dan kaus kaki. Nah, bagian kaus kakinya memang gue ngincer banget hahaha (gue memang suka ngumpulin kaus kaki).

Sumber: Dok. Pribadi


Tapi awalnya PO dengan harga Rp250.000,- agak overprice sih buat gue huhu. Harga bukunya sih Rp125.000,- tapi setengah buat tetek bengeknya agak-agak wakakak. Tapi pas gue mikir lagi, mungkin memang untuk misi dari KTBB sendiri kali, ya? Soalnya liat di IG-nya juga mau naikin toko buku kecil. UwU banget ya nggak sih... mungkin susah juga bikin prakal dengan harga murah dengan misi kayak begitu. Akhirnya gue pun maklum dengan harga tersebut.

Balik ke bukunya ya.

15 April 2019

[62] Bumi: Cerita Remaja Fantasi Lokal dengan Semesta Meyakinkan dari Tere Liye



Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.


Bumi, Tere Liye
Gramedia Pustaka Utama, 440 halaman
ISBN 13 9786020332956


* * *



Sebenarnya novel Bumi udah gue baca sebelumnya. Pertama, saat booming dengan kover warna biru mirip tangan. Dan gue udah suka banget sama ceritanya. Kedua, saat Matahari terbit dengan niatan biar langsung aja gitu bacanya, daripada nunggu-nunggu. Lalu yang ketiga adalah sekarang, yang mana bukunya ternyata bukan trilogi ataupun tetralogi, melainkan... YHA KALIAN TAHU JAWABANNYA.

Ada yang menarik dari Bumi.

Pertama, yang menulis adalah Tere Liye.

Kedua, genrenya FANTASI.

Hal kedua, sebenernya agak berisiko nggak sih? Karena gue kayaknya nggak pernah nemuin novel fantasi lokal yang world building-nya enak. (Atau sebenarnya ada, tapi yang gue baca nggak banyak karena gue memang nggak terlalu suka genre fantasi. Tapi ya kalo Seri Harry Potter adalah perkecualian ya! Atau macam dystopian. Ah, setop. Makin melantur.)

Dan gue pun akhirnya membeli Bumi (saat itu) lalu lekas membacanya. Meski sangsi dengan tema fantasi lokal, gue yakin Tere Liye bakalan lihai.

Dan...